putraku yang semakin tumbuh dewasa

JAVA PUTRA AIDUL ROZAQI

Saya akan menulis sedikit tentang anak saya laki laki yang bernama Java Putra Aidul Rozaqi,oke,dia sekarang duduk di kelas 2 SD di Kota Lumajang jawa timur.Tumbuh kembang dia normal,seperti anak pada umumnya,well,yang bikin dia special adalah,cenderung hiperaktif dan tidak suka diam.Saya sadar dia masih anak anak,mungkin lebih banyak rasa keingin tahuan dia ,apalagi seusia dia.Hobi dia suka membaca,main game,dan suka mencari informasi-informasi baru di dunia maya,baik itu di google ataupun youtube tentunya.Sebelum dia melakukan aktifitas,semisal browsing atau melihat video Youtube,saya akan tanya dulu,dia mau cari apa,atau apa yang mau di cari.Itu penting,karena anak seumuran dia,tentunya rasa penasaran dan keinging tahuan dia tinggi sekali,saya takut dia salah arah.Pengawasan juga perlu,jangan sampai kita terlengah karena kita sendiri mungkin sibuk melakukan aktifitas lain.Dan alhamdulillah.anak saya patuh,dan mudah untuk diarahkan.

Sempat saya tanyakan kepada anak saya,cita cita dan harapan apa yang ada di benaknya,wow…..terkejut juga mendengar apa yang dia dengan jujur katakan kepada saya.Mama,saya kalau sudah besar mau jadi seorang gamer terkenal,hmmm….tidak heran juga sih,anak saya sering lihat dan sekaligus memainkan beberapa game online yang lagi marak dijaman ini.Tapi saya sadar,dia punya hak dan juga masih kecil,dengan berbagai hayalan dan keinginannya,itu normal.Justru saya mendukungnya penuh,kenapa?….lebih bijaksana kalau kita kasih dia support,sehingga dia merasa di support dan diperhatikan oleh kedua orang tuanya.Perjalanan dia masih panjang,kita tidak tahu perubahan-perubahan apa yang dia kelak dapatkan.jadi yang terpenting sekarang adalah,terus membimbingnya,terus mendukungnya,terus selalu mengawasinya,dan memberikan pengetahuan pengetahuan baru.

Disaat masa pandemi wabah virus corona ini saya terus berusaha memberikan anak saya jawaban yang sesuai dan bisa diterima anak seusia dia,bahwa Dunia lagi dilanda sebuah penyakit yang berbahaya.Mungkin butuh kesabaran ektra,karena pemahaman anak seusia dia dengan keadaan sekarang ini ,agak sulit untuk dia terima.Kebetulan juga,saya dan suami berusaha dan kerja dari rumah,dengan terus menerus memberikan sejumlah kesibukkan kepada anak,supaya bisa dan nyaman tinggal di rumah.Jangan biarkan anak tanpa kegiatan di masa pandemi ini,buat sendiri di rumah kegiatan buat anak,saya kira banyak contohnya.Semisal kembali membuka pelajaran sekolah yang lama untuk diulang kembali,sesudah itu bisa dilakukan interaksi kepada anak dengan cara diajak mengobrol santai.Biarkan dia bermain seperti yang dia mau di rumah,bisa main game,bisa menonton youtube atau apapun yang dia mau,kita siapkan untuk anak,sehingga waktu dia bisa sepenuhnya terisi penuh dgn kegiatan.3 bulan dirumah,anak saya lebih gemuk dan bersih,mungkin efek jadi sering nyemil dan makan he he he,okey ya,tetap jaga buah hati kita,beri dia waktu cukup untuk interaksi dengan ekdua orang tuanya,awasi selalu kegitannya,jangan lupa dukung dan bimbing tiap saat.see you next article….bye bye

Berbagi tips Berkeluarga yang harmonis GRATIS!!!

Assalamualaikum wr wb,hello saudaraku setanah air Indonesia,apakabarmu hari ini.Saya berharap selalu dalam keadaan sehat walafiat dan sejahtera selalu menaungi saudara2ku setanah air.amiin.

Langsung saja tanpa banyak basa basi,disini saya cuma mau share pengalaman berkeluarga saya,yang bermula,ter awali,start dari kondisi yang buruk,tapi Alhamdulillah bisa saya lalui dengan baik sampai detik ini saya menulis artikel ini.Saya orangnya suka berbagi pengalaman kepada semua orang,tanpa kecuali tanpa memandang sapa dan bagaimana.Jadi semisal ada dari saudara2 yang membutuhkan teman curhat,terutama untuk masalah keluarga,bolehlah kalau tidak keberatan share privacy,tanpa harus takut tersebar,karena saya tahu menjaga privacy orang dan menghargainya betul betul.

Untuk share pengalaman atau curhat dan minta saran2 atau apa saja terkait maslaah keluarga,saya akan bantu sebisa mungkin,karena membantu orang lain itu tiket kita di akhir jaman nanti.insyaAllah amiin.

Saya bantu melalui email saya: wiwinjava8@gmail.com atau jupicrow@gmail.com gratis,belum bisa via yang lainnya karena kesibukan saya saat ini,hanya bisa membalasnya lewat email saya,jangan sungkan2 dan jangan malu2,dan mohon maaf,saya tidak bisa menerima apapun bentuk hubungan intim saling tukar no hp,WA FB dll.cukup saya membantu dan gak perlu dikenal,takutnya saya jadi lupa diri dan jauh dari Tuhan.Wassalam wr wb.

Terjebak di lingkungan kawin cerai yang lumrah.

Assalamualikum wr wb,apakabar sahabatku setanah air semuanya.semoga semua diberikan kesehatan selalu amiin.

Sesuai judul diatas,dan bukan sekedar judul dan bukan sekedar karangan semata,tapi ini realita yang saya hadapi di daerah saya tinggal.Sebut saja tempat tinggal saya sekarang adalah di Provinsi Jawa Timur,di sebuah Kota kecil berdampingan dengan Kota Malang.Well sebetulnya saya bukan penduduk asli,saya pendatang,saya lahir dan besar di kota Surabaya.Umur 18 saya pindah dan menetap di kota yang saya tempati sekarang ini.Kota ini asik sebenernya,jauh dari keramian,udaranya sejuk,pemandangannya sangat2 memukau,ditemani kicau burung yang masih asri he he he .Notabennya penduduk Kota ini bekerja sebagai petani dan pertukangan,hidup rukun dan saling toleransi antar penduduknya sangat2 tinggi.Saling tolong menolong antar warganya juga sangat2 kental.Sangat2 jarang juga terjadi perselisihan antar warga,saling mengerti dan memahami adalah ciri khas warga Kota ini.Bahkan saya sangat salut,keadaan dan situasi negara Indonesia yg saya alami sejak tahun 1996 saat itu juga saya sudah berada di Kota ini.Dari pergolakkan kancah politik dan carut marut negara Indonesia 1996-2000,hampir tidak ada efek yang terjadi di kota ini.Ekonomi indonesia yang sempat hancur lebur tahun 1998 yang dikenal dengan krisis ekonomi,juga tak sedikitpun mempengaruhi kondisi Kota ini.Itu yang membuat saya sungguh heran bukan kepalang,Kota ini gak akan terpengaruh oleh keadaan apapun dan se extrem apapun.Kota dengan kemandirian dan usaha sendiri yang paling mantap saya kira.Ciri khas rakyat dan warga kota ini yang menerima keadaan,adalah yang terbaik saya kira.

Tapi sungguh terbalik 180 derajat,Kota yang sangat rukun dan damai ini mempunyai ciri khas lain yang sebetulnya gak bagus untuk di tiru,di contoh.Kawin cerai,ya kawin cerai sudah menjadi budaya di daerah saya,bukan hal tabu,bukan hal aneh.Bahkan warga menganggab hal itu biasa saja,bukan hal istimewa atau heboh.Angka perkawinan dini di daerah/kota ini sangat tinggi,karena warga menganggab seorang perempuan gak perlu berpendidikkan tinggi.Dari hal itu,mereka membiasakan untuk menikahkan ank perempuan mereka sedini mungkin.Hello ini 2019…dan memang masih terjadi sampai detik ini di daerah saya pernikahan muda -_-.Seumuran jagung pernikahan mereka,setelah itu…..ya,cerai lah tanpa canggung dan ragu.Saya sendiri menikah dan mendapatkan seorang Istri dari kota ini juga,tepatnya tahun 2007 saya menikah.Dan sampai sekarang,masih langgeng dengan Istri saya,dengan dikaruniai anak Laki2.Kehidupan saya jg bukan yang lancar2 saja atau tanpa masalah,sama saja seperti umumnya orang berumah tangga.Saya juga bukan orang yang punya tapi bukan orang miskin juga,sedang2 saja he he he.Dari pemgamatan saya,warga di kota saya ini hampir kawin cerai bukan dari masalah materi,bahkan bisa dikatakan tidak ada kasus kawin cerai karena soal ekonomi,aneh kan?.Intensitas kawin cerainya sudah dalam taraf menghawatirkan,hari ini bisa saja keadaan warga aman sentosa damai dan rukun,jangan kaget ke esokkan harinya ada berita kawin cerai terdengar.Penyebab dari kawin cerai,terutama cerainya saya kira lebih kepada kurang siapnya mental spiritual yang bagus.Usia muda dan harus sudah menikah,ini adalah titik dari permasalahan,kebanyakan orang tua sudah merasa lega anak2 mereka sudah berkeluarga.Tapi tidak pernah tahu,apa yang menjadi keinginan dasar anak anak mereka.Kawin cerai di usia tua juga kerab terjadi di daerah saya,saya kira ini sudah menjadi budaya yang kemungkinan susah untuk di hapus.Kadang saya berfikir,apa mereka terkena kutukkan he he he he,itu pikiran gila saya yang sempat terlintas,karena mereka penduduk asli,saya kan pendatang he he he….lupakan.Saya berharap kedepannya keadaan dan kondisi di daerah saya ini berubah,sayang sekali,bertolak belakang dengan ciri khas penduduk setempat,yang rukun,damai,saling menghormati,tolong menolong,pengertian dan pemahaman yang sama amiin.Sampai detik ini saya menulis artikel ini,kehidupan berkeluarga saya,alhamdulillah tidak ada terkena masalah yang berarti yang mengakibatkan hal yang tidak saya dan istri saya bayangkan.Ingat ya…kawin cerai itu tidak bagus,jangan pernah contoh dan tiru hal itu,walaupun kita berada tepat di tengah2nya,tetap jadi orang yang baik,tetap selalu berpendirian dan berkepribadian yang kuat dan baik.Wassalam wr wb.

Hidup harus di jalan yang “LURUS”?!?

Gambar ilustrasi

Hallo gaes……sesuai judul diatas,saya tidak dan sangat tidak setuju,dalam tanda kutip loh -_-.

Jadi gini gaes,bagi saya hidup itu gak harus dijalan yang lurus,anda tidak bosan menjalani hidup ini di jalan yang lurus?.Anda tidak tertarik akan sesuatu yang anda lihat,anda tonton,sembari anda melakukan perjalanan lurus anda?.Sangat-sangat disayangkan kalau begitu he he he,100% anda merugi,loh kok bisa??……Save Zone,itu yang kebanyakan orang jalani,dalam benak pikiran mereka,ngapain harus cari sesuatu yang rumit dan susah,kalau yang aman di depan mata.Ya sih,betul juga….anda-anda tidak salah dan itu hak pilihan masing masing.Jalan yang lurus teridentikan sebagai jalan yang selalu mulus bagi orang yang lebih suka dengan Zona Amannya.Bagi saya,sungguh membosankan dan terasa monoton.

Monoton dan selalu dijalani setiap hari tanpa ada hal yang baru dan sesuatu yang wah…….Jujur buat saya,saya tidak sanggub dengan cara hidup seperti itu.Alasan klasik yang menjalani hidup dijalan yang “LURUS” adalah,hidup susah ditambah sesuatu yang kita gak pahami,apa gak lebih susah jadinya……….

Saya merubah cara hidup saya yang monoton di usia 20 tahun silam,sejak itu saya beranikan diri,keluar dari jalan lurus yang saya jalani.Karena begitu membosankan dan jenuh melanda ( lebay mode ON -_- ).Mulailah saya sengaja membelokkan kendaraan hidup saya ke jalan yang berkelok kelok,penuh dengan sesuatu yang baru.Yang sama sekali tidak saya pahami sedikitpun.Dari mulai suasana yang baru,adat yang baru,tata cara yang baru,belum lagi ditambah dengan keadaan jalan yang berbeda dengan yang dahulu saya jalani.Pernah tersirat untuk balik lagi ke jalan yang “LURUS”,setelah melihat kebelakang,jarak dan waktu yang akan saya tempuh akan membuat saya hancur lebur walaupun nantinya sampai di jalan yang “LURUS”.Akhirnya saya tetap di jalan yang berkelok kelok ini,dengan segala konsekuensi yang harus saya terima.

Dilema yang saya alami sungguh-sungguh tak tertahankan sakitnya,Sepanjang mata memandang jauh di tepian jalan “LURUS”.Terlihat jelas orang-orang dengan santainya dan canda tawa melalui jalan “LURUS”nya sambil memandang risih dengan tindakan yang saya lakukan.Tapi tidaklah mengapa,karena dari awal saya tahu,ini sebagian dari konsekuensi yang saya harus terima.Tahun berganti tahun,bahkan dekade pun terlampaui.Dan saya masih melalui jalan yang berkelok kelok penuh dengan lubang dan duri bertebaran sepanjang jalan.Saya lalui satu per satu tanpa mengeluh lagi.Sakit dan perih sudah terbiasa saya terima,jauh berbeda saat masih di jalan yang “LURUS”.Dan pada saat pertemuan antara jalan yang “LURUS” dan berkelok bertemu,apa yang saya lakukan??.Saya terus menyimpang dan sedikitpun tidak menjamah jalan “LURUS”,karena apa yang saya cari belum semuanya saya dapatkan.Sempat melihat orang-orang dengan komitmen “JALAN LURUS” tergelincir sedikit dan berada di area Zona susah,mengeluh dan merasa ini tidak adil.Saya cuma tertawa,itu baru di tepian jalan berkelok brother……….

Tidak terasa,sambil berjalan di jalan berkelok kelok ini selama bertahun tahun,saya berjumpa dengan jodoh saya,singkat kata cerita,Isripun mau tidak mau mengalami hal yang saya alami.Alhamdulillah,Istri ternyata punya sifat yang sama dengan saya.Jalan berat berkelok kelok inipun sudah tidak atau terasa aneh bagi saya,karena beban lebih ringan kami pikul berdua.Jatuh dan terbangun lagi bukan hal yang aneh bagi keluarga kecil saya,kami sebut keluarga karena sang buah hatipun nongol sembari kami menjalani hidup berkelok kelok ini.Anak saya tumbuh menjadi anak yang setiap hari menerima suasana jalan yang berkelok dan berkerikil.Senyum kecilnya membuat saya semakin yakin kami mampu mengendarai kendaraan hidup keluarga kami apapun rintangan yang ada di depan.

“JALAN LURUS” terimakasih sudah pernah ada di hidup saya,dan akan selalu saya ingat,bagi orang orang yang ada di dalamnya,kami hormati apa yang anda jalani.Dan JALAN BERKELOK-KELOK,engkau akan selalu saya jalani,karena kami tahu,engkau tak pernah mempunyai ujung,beri kami sesuatu yang selalu baru biar kami menjadi orang yang mampu menyelesaikan semua masalah dengan bijaksana dan tangguh.

The 5 Most Beautiful Natural Scenery in Indonesia

As a country which is located in the most strategically place in the world, Indonesia is endowed with so many beautiful natures from the end of west to the end of east. Those lovely Landscape are given by our mother land as if it will never run out. Starting from a row of mountains, valleys, seas, lakes, forests and many more, which are waiting to be explored.

Among the myriad of those beautiful nature, the author will try to summarize the loveliest landscape which is owned by Indonesia in this article. Here are 5 places that have the most beautiful natural scenery and deserve to be visited for enjoying its outstanding view.

1. Rinjani Mountain

A Mountain which is located in Lombok, West Nusa Tenggara, has very beautiful sceneries like: Green landscape, Segara Anak Lake, and the enormous caldera that beautify this mountain, so no wonder it has always been a favorite place for mountain climber lovers. Besides having a beautiful landscape, Mount Rinjani has also a diversity of flora and fauna that is matchless.

The trip to explore the beauty of this mountain will be paid with the incredible views that can be seen from its peak that reaches 3,726 meters above sea level. From up there, we will see the peak of Agung Mount in Bali, Ijen Mount in Banyuwangi, and Tambora Mount in Sumba. Those mount peaks appear from behind the beautiful and white clouds.

2. Raja Ampat Islands

Raja Ampat archipelago is known as one of the most beautiful diving place in the world because of the beauty of its underwater life. The archipelago, which is located in West Papua, has 610 islands surrounded by greatly clear waters and inhabited by a quarter of marine animal species that exist in the world.

Because of its beauty, this place becomes a haven for nautical tourism lovers and also as a giant whale shark habitat. Moreover, it has a manta point dive that is, a place for divers to swim with giant manta ray that its wings reaches 9 meters long. We can also find shipwrecks and aircraft from World War II used as a habitat of ornamental fish and colorful anemones.

3. Sianok canyon and valley Harau, West Sumatra

Western Indonesia also has an enormous beautiful nature, namely Sianok canyon and valley Harau which are located in West Sumatra. These valleys have green and gorgeous landscapes, surrounded by cliff which is as tall as buildings in big cities.

In addition, both the valleys are also surrounded by natural tropical forests, waterfalls which the water is very cold, and there is also the Thousand Caves, located in the middle of the forest. Sianok canyon regarded as Indonesian Grand Canyon. Meanwhile, Harau Valley is known as the most beautiful valley in Indonesia, which is surrounded by green and wide paddy fields, so that it becomes a favorite place for tourists to take pictures.

4. Baluran National Park, East Java

This national park is located in Situbondo, East Java. It is also known as African Van Java because nearly 40% of the area is a savanna habitat for wild flora and fauna. Although it is seen as a barren and dry place, in fact it becomes the main attraction of this place.

Visiting Baluran National Park means photographing the wild side of flora and fauna life in Indonesia. You will find about 444 species of plants, 26 species of mammals, and 155 species of birds. In addition, there you also can see herds of bison, buffalo, leopard, deer, and even mousedeer.

5. Toba Lake, Sumatra Barat

Toba Lake is a volcanic lake which has been famous all over the world. It is formed by 75 calderas, which its length is approximately 100 kilometers and its wide is about 30 kilometers from the terrifying eruption of Mount Toba millions of years ago.

It is the largest lake in Southeast Asia and is located in the province of North Sumatra. The lake presents the natural beauty of the green and magnificent hills. In addition, its cold air and fog that appeared in the morning makes this place is similar to the landscapes in Northern Europe.

Dampak Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Dampak perubahan iklim diantaranya adalah cuaca panas yang memungkinkan nyamuk ganas berkembang biak dan menularkan penyakit. Nyamuk ini akan memiliki daya jangkau yang lebih luas untuk menyebarkan penyakit. Selain itu, peningkatan karbon dioksida di udara meningkatkan jumlah penderita asma dan alergi.

Dampak perubahan iklim sesungguhnya sedang dan telah kita alami. Perubahan iklim telah melanda dunia sejak berjuta tahun lalu. Penyebab perubahan iklim oleh kegiatan manusia dan faktor alamiah memberikan dampak yang berbeda-beda. Perubahan iklim tidak saja merujuk kepada meningkatnya suhu permukaan bumi, tetapi juga menurunnya suhu permukaan bumi. Namun, dalam periode sekarang, perubahan iklim ditandai oleh meningkatnya suhu permukaan bumi atau yang dikenal sebagai pemanasan global. Dalam sejarahnya, perubahan iklim telah menyebabkan kepunahan berbagai spesies satwa dan tumbuhan, merubah bentang alam bumi, merubah ekosistem dan ekologi bumi. Perubahan iklim dan pemanasan global memberikan dampak negatif yang sangat serius bagi ekosistem. Perubahan iklim juga meningkatkan masalah lingkungan hidup dan merusak kehidupan manusia.

Jenis Dampak Perubahan Iklim

Berbagai dampak perubahan iklim dan pemanasan global yang telah diverifikasi oleh ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut:

Gelombang Panas Mematikan. Menurut laporan NRDC (Natural Resources Defense Council), lebih sering terjadinya gelombang panas akan menghasilkan lebih banyak kematian yang berhubungan dengan panas. Pada tahun 2003, gelombang panas yang ekstrim mengklaim sebanyak 70.000 jiwa di Eropa. Di Perancis saja, hampir 15.000 orang meninggal selama dua minggu akibat meningkatnya suhu yang mencapai setinggi 104 derajat Fahrenheit. Banyak wilayah di Amerika Utara mengalami gelombang panas yang parah pada bulan Juli 2006. Gelombang panas ini diperkirakan berkontribusi pada kematian lebih dari 140 orang. Chicago mengalami gelombang panas pada tahun 1995. Diperkirakan terdapat 739 kasus kematian yang berhubungan dengan panas terjadi dalam periode satu minggu.

Udara buruk, alergi dan asma. Dampak perubahan iklim dan pemanasan global bagi kesehatan manusia adalah meningkatkan polusi asap, mengintensifkan alergi serbuk sari dan asma. Kondisi panas juga memperburuk masalah kualitas udara lokal. Perubahan iklim juga merusak daya dukung lingkungan hidup bagi manusia. Diperkirakan sudah mempengaruhi lebih dari 100 juta orang Amerika. Studi ilmiah menunjukkan bahwa tingkat yang lebih tinggi dari karbon dioksida akan meningkatkan pertumbuhan gulma. Ini akan memicu alergi serbuk sari dan memperburuk asma. Jumlah penderita alergi serbuk sari dan asma telah meningkat di seluruh dunia selama beberapa dekade terakhir. Beberapa peneliti telah menyarankan bahwa ini bisa menjadi efek kesehatan awal sebagai dampak perubahan iklim yang disebabkan manusia. Pencemaran udara membuat alergi lebih buruk: partikel diesel knalpot kendaraan dapat berinteraksi dengan serbuk sari dan mengirimkannya lebih dalam ke paru-paru. Meningkatnya suhu berarti meningkatkan tingkat dasar produksi asap ozon yang merupakan ancaman serius bagi penderita asma.

Meningkatnya wabah penyakit menular adalah dampak perubahan iklim yang sangat berbahaya bagi manusia terutama kaum miskin. Temperatur yang memanas, periode kekeringan dan banjir besar yang bergantian secara ekstrim serta gangguan ekosistem telah memberikan kontribusi menciptakan wabah lebih luas dari infeksi seperti malaria, demam berdarah, penyakit diare. Orang yang hidup dalam kemiskinan akan paling terpukul oleh lonjakan global dalam penyakit menular. Nyamuk pembawa penyakit menyebar karena iklim memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di daerah yang sebelumnya tidak ramah. Nyamuk yang dapat membawa virus demam berdarah yang sebelumnya terbatas pada ketinggian 3.300 kaki tetapi baru-baru ini muncul di ketinggian 7200 kaki di Pegunungan Andes, Kolombia. Malaria telah terdeteksi di daerah baru yang memiliki elevasi lebih tinggi di Indonesia dan Afrika. Curah hujan berat dapat mencuci patogen dari tanah yang terkontaminasi, peternakan, dan jalan-jalan ke persediaan air minum. Wabah penyakit diare di Milwaukee pada tahun 1993 yang mempengaruhi 403.000 orang disebabkan oleh parasit Cryptosporidium yang dicuci ke pasokan air minum kota setelah hujan lebat. Suhu luar yang lebih tinggi dapat menyebabkan peningkatan wabah penyakit bawaan makanan seperti Salmonella yang mereproduksi lebih cepat karena suhu meningkat. Bakteri bawaan makanan lainnya seperti Vibrio parahaemolyticus, bakteri asli daerah subtropis, telah memperluas jangkauan sejauh utara Alaska, di mana pada tahun 2004 bakteri tersebut menyerang wisatawan kapal pesiar yang kebetulan memakan tiram daerah tersebut.

Kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia.Para ilmuwan, seperti dilansir oleh Planetsave,  memprediksi peningkatan permukaan air laut di seluruh dunia karena mencairnya dua lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland, terutama di pantai timur AS Namun, banyak negara di seluruh dunia akan mengalami efek dari kenaikan permukaan laut, menghilangkan sebuah negara dan membuat penduduk bermigrasi, kehilangan rumah, komunitas, sejarahnya. Satu bangsa, Maladewa, sudah mencari rumah baru akibat naiknya permukaan air laut. Indonesia pun akan kehilangan daratan dan pulau-pulau kecil akibat naiknya permukaan air laut sebagai dampak perubahan iklim.

Badai mematikan. Tingkat keparahan badai seperti angin topan dan badai meningkat, dan penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature menemukan bahwa “para ilmuwan telah datang dengan bukti teguh bahwa pemanasan global secara signifikan akan meningkatkan intensitas badai yang paling ekstrim di seluruh dunia. Kecepatan angin maksimum dari siklon tropis terkuat meningkat secara signifikan sejak tahun 1981. Kecenderungan tersebut diduga didorong oleh meningkatnya suhu air laut, tidak mungkin untuk berhenti setiap saat segera. Badai Katrina memaksa evakuasi 1,7 juta penduduk pada tahun 2005, menyebabkan kematian dan masalah kesehatan jangka panjang untuk 200.000 warga New Orleans, Amerika Serikat. Kombinasi naiknya permukaan laut, kurangnya hujan salju, peningkatan badai telah membanjiri 300.000 rumah penduduk California di daerah delta sungai Sacramento-San Joaquin. Fenomena itu juga berpotensi mencemari air minum dari 24 juta orang. Kekeringan dan banjir yang silih berganti secara ekstrim menyebabkan kekurangan air, makanan, kekurangan gizi, migrasi massal, konflik internasional. Beberapa peneliti memperkirakan sekitar 50 juta orang di seluruh dunia dapat menjadi pengungsi pada tahun 2010 akibat naiknya permukaan air laut, penggurunan.

Kegagalan panen. Dampak perubahan iklim lainnya yang cukup merugikan manusia adalah kegagalan panen yang akan menyebabkan krisis pangan. Menurut penelitian terbaru, terdapat kemungkinan 90% bahwa 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih antara keluarga mereka pindah ke tempat yang lebih ringan dan kelaparan akibat perubahan iklim dalam 100 tahun. Salah satu penyebab utama ini akan menjadi penyebaran penggurunan, dan efek yang menyertainya. Selain itu, perubahan iklim diperkirakan akan memiliki dampak yang paling parah pada pasokan air. Kekurangan air bersih dan air minum di masa depan cenderung mengancam produksi pangan. Ia juga akan menghambat pembangunan dan kerusakan ekosistem ekonomi. Hal ini menyebabkan perubahan antara banjir dan kekeringan. Pemanasan global diduga dapat menyebabkan 300.000 kematian per tahun.

Meluasnya kepunahan spesies hewan liar dan tumbuhan langka merupakan dampak perubahan iklim yang tidak terhindarkan. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Nature, pada tahun 2050, peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan satu juta spesies. Dikarenakan manusia tidak dapat hidup tanpa keanekaragaman hayati, ini adalah berita menakutkan bagi manusia. Dapatkah manusia memproduksi udara, makanan yang kesemuanya itu dihasilkan oleh mata rantai makanan ekosistem?. Kepunahan massal ke enam (sixth extinction) dalam sejarah bumi ini sungguh hanya kelanjutan dari kepunahan era Holocene yang dimulai pada akhir zaman es terakhir dan telah mengakibatkan kepunahan hampir semua hewan megafauna bumi. Sebagian besar sebagai akibat dari ekspansi manusia. Perubahan iklim sekarang mewakili setidaknya sebagian besar ancaman terhadap jumlah spesies yang masih hidup di bumi sebagai akibat kerusakan dan modifikasi habitat. Hilangnya spesies tersebar luas dan daftar spesies yang terancam punah terus berkembang. Ini adalah masalah yang menyangkut di berbagai bidang.

Kepunahan terumbu karang. Sebuah laporan WWF tentang kondisi terumbu karang mengatakan bahwa dalam skenario terburuk, populasi terumbu karang akan hancur pada tahun 2100 karena meningkatnya suhu dan pengasaman laut. Fenomena ‘pemutihan’ karang dari kenaikan kecil suhu laut yang berkepanjangan, menyebabkan bahaya berat bagi ekosistem laut. Banyak spesies di lautan bergantung pada terumbu karang untuk kelangsungan hidup mereka. Meskipun besarnya lautan ini – 71 persen dari permukaan bumi dengan kedalaman rata-rata hampir 4 km – ada indikasi bahwa itu mendekati titik kritis nya. Untuk karang, pemanasan dan pengasaman perairan yang mendekati seperti sepasang rahang yang mengancam untuk membuat ekosistem mereka hilang. Hilangnya terumbu karang berarti hilangnya ikan, sumber makanan manusia.

Demikianlah beberapa dampak dari perubahan iklim dan pemanasan global yang telah teridentifikasi secara ilmiah. Kemampuan manusia untuk menurunkan tingkat pencemaran lingkungan hidup akan menentukan masa depan manusia.

Ajari buah hati kita mencintai BUMI

Ajari anak anak kita ,mencintai Bumi.

😉.Ok para blogger di seluruh Indonesia dan seluruh Dunia,artikel saya sederhana,tapi akan menjadi luar biasa karena pasti susah untuk di lakukan.

Pertama kita mengulas balik dan sedikit santai menoleh kebelakang,tentunya dengan kapasitas dan kemampuan kita yang hidup di abad 20 ini.Bumi kita ini jelas sudah sangat tua dan keberadaannya sendiri sudah sangat-sangat berbeda jauh dibandingkan pertama kali manusia dan hewan purba ada di dunia ini.Banyak sudah manusia abad 20 yang menempati bumi ini secara tidak langsung menikmati semua fasilitas yang disediakan Bumi ini.Dari mulai makanan,minuman,bahan bangunan,mineral dan lain lain.Dan satu hal,manusia tidak pernah merasa cukup,karena manusia punya kebebasan untuk berkembang,berfikir,dan berkarya,itu juga merupakan hak hakiki manusia juga.Ok sahabat blogger,suasana sedikit hangat,kita sudah melakukan pemanasan ala kadarnya.Tidak dipungkiri,dan tidak pula kita pura pura bumi yang kita huni,tempati,dan kita sayangi ini,tidak merasa lebih berat menopang kebutuhan kita kita.Hutan belantara,pegunungan,air sungai yang sejuk,memang saudara saudaraku,masih ada dan banyak di belahan dunia manapun.Tapi itu tidak akan sama dan tidak akan kembali seperti dahulu.Sedikit memanas udara di meja tulis saya,sedikit terbawa alur cerita yang saya tulis sendiri,mungkin air putih di gelas samping saya bisa menyejukkan rasa dahaga ini.Ok saudaraku semua,kita lanjutkan ulasan sederhana saya,dan tentunya tidak sesederhana apa yang terjadi dengan nasib bumi kita.Jujur umur saya sudah genap 39 tahun,sisa berapa tahun lagi umur saya?,tidak ada yang tahu,yang pasti tambah berkurang he he he…..Di sisa umur umur kita,terbersit satu atau paling tidak pernah terpikirkan walau sekedar lewat saja.”Bagaimana nasib Bumi ini pada masa dimana anak anak kami berkembang dewasa?”,apa yang kita lakukan untuk Bumi tidak akan lebih banyak dibanding generasi anak anak kita nantinya.Bahkan mungkin dan memang itu bisa terjadi,di sisa umur kita ini.kita tidak akan sempat memberikan apa yang Bumi mau dan inginkan.Apa yang bumi kita ini harapkan dari kita kita yang menghuninya ber abad abad silam ini?….Andaikan Bumi bisa mengutarakan isi hatinya,dia bilang seperti ini,menurut persepsi saya,”Saya tidak akan meminta kepada manusia untuk membayar dari apa yang manusia sudah ambil,karena sebesar dan senilai apapun yang mau manusia gantikan atas apa yang sudah diambil manusia,tidak akan pernah sama dan cukup”.Maka sang Bumi tercinta ini cuma bilang,”Jangan biarkan aku tergeletak setelah kamu ambil,kembalikan semula tempatku dan berikan aku tongkat yang kuat,bilamana kalian mau mengambil sesuatu dariku,aku tidak jatuh terlalu sakit”.Sebentar….saya mau minum air putih segelas lagi………………………Akankah kita sempat atau bisa merawat Bumi ini,paling tidak  bukan hanya mengambil apa yang Bumi punya?.Sebagian orang atau lebih banyak orang atau golongan,mungkin Bumi ini gk berarti apa apa,yang penting mereka dapat keuntungan dan sesuatu dari Bumi yang nantinya bisa mereka nikmati bersama keluarga dan saudara saudaranya.Bukan munafik,saya bisa bilang seperti itu karena jujur saya dalam kondisi bukan orang yang mempunyai segalanya.Kalau saya berada di pihak atau di posisi saya adalah orang yang mempunyai segalanya,saya tidak akan menulis cerita atau artikel seperti ini.Lebih baik saya mencari kekayaan atau uang dari hasil mengambil sumber daya atau mineral yang Bumi punyai.Saya sadar apa yang Bumi kandung dan punya,itu hak semua orang untuk mengambilnya dan sepenuhnya untuk kebutuhan umat manusia di seluruh belahan Bumi tidak terkecuali.Anak anak kita nantinya mempunyai seorang anak juga,dan anak dari anak kita terus akan memberikan keturunan turun menurun.Dan jelas kebutuhan manusia di abad selanjutnya pasti akan bertambah.”Kamu bodoh penulis……jawab sang pembaca artikel”,bertambah nya abad,bertambah juga Ilmu pengetahuan yang bisa mengalihkan kekurangan kekurangan Bumi yang kamu bilang semakin habis terkuras.Saya sedikit termenung dan bukan dalam posisi mau membela diri he he he…..,saya pun bilang,iya kamu benar sekali,bukan tidak mungkin pada jaman yang akan datang,air minum bisa dihasilkan secara instant tanpa harus mengambil dari Bumi tercinta.Tapi sebentar,bukan mau minum air putih lagi…..nanti kembung perut kebanyakan minum he he he,…..tetap saja semua tehnologi itu datangnya dari Bumi juga,adakah satu saja bahan tehnologi  yang murni tidak diambil dari mineral Bumi?……Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada semua pembaca,kita harus tetap menjaga,merawat,dan juga berusaha tidak merusak apa yang ada di Bumi ini dengan cara yang tidak di sengaja atau bahkan di sengaja.

Ada sedikit makanan….sebentar saya makan sedikit saja,sekarang keadaan Bumi sudah seperti ini,sepertinya tidak usah saya jelaskan,tehnologi internet dunia maya sudah merambah seluruh belahan dunia,anak kecil saja sudah tahu keadaan Bumi kita seperti apa sekarang.Dan pada waktu ini sepertinya sudah terlalu klasik kalau kita saling menyalahkan,sudah tidak pantas lagi hal seperti itu kita lakukan.Yang sekarang harus kita sadari adalah bagaimana Bumi kita yang tercinta ini mampu bertahan sampai akhir kehidupan Manusia datang.Secanggih canggihnya tehnologi,tidak akan bisa merubah memperbaiki bentuk,keadaan,Rupa dari Bumi ini lebih baik dibanding dengan memperbaiki Moral dan tingkah laku individu individu di Bumi ini.”Pisau tajam dan canggih sekalipun tidak akan bisa memotong benda yang rapuh,kalau cara memakainya terbalik”.Dengan cara apa??…..pendidikan super canggih,super hebat dari para Guru pengajar,untuk memberikan Ilmu pengetahuan memperbaiki,merawat Bumi ini?.Bukan dari itu semua……..”sang pembaca mulai berfikir,yang nulis artikel mulai gila!!!?.Sekarang saatnya saya bilang,dan memang sudah waktunya saya berikan,karena sebernarnya artikel ini hanya berbelit belit dari awal he he he…..,tapi tidak sedap dan nikmat kalau kita memberikan ikan segar langsung kepada anak kita,kita beri anak kita cara mendapatkannya,dan memberikan penjelasan juga dari mana mendapatkannya.Dengan lantang saya katakan,yang bisa membuat Bumi ini bisa bertahan untuk tetap di tempati manusia manusia berbagai corak ragam dan keunikan serta kemauan yang berbeda beda adalah,Orang tua!!!…….Ada apa dengan orang Tua???…sebentar juga masuk liang kubur,bagaimana bisa menyelamatkan Bumi??.Yang bakal menyelamatkan Bumi dari sedikit atau banyak kehancuran bukan Orang tuanya.Peran dari orang tua untuk anak anaknya itu yang akan menentukan Bumi ini sampai kapan bisa berperan menopang kehidupan umat Manusia.Benar……..dari orang tua untuk anak anaknya,selalu berikan anak anak kita pengajaran,ajakan dan bimbingan pengarahan serta pengertian,bahwasaannya Bumi bergantung besar kepada anak anak kita kelak.Sejujurnya saya baru sekali ini memikirkan tentang Bumi yang saya tempati selama 39 tahun terakhir,hari hari yang lalu terlalu sibuk dengan namanya,hidup mencari uang dan kebutuhan.Dan saya sangat bangga dengan aktifis aktifis pecinta lingkungan yang ada di seluruh dunia,yang secara tidak langsung berperan untuk menjaga kelestarian Bumi ini.Selalu bimbing dan beri anak anak kita wawasan tentang bagaimana menjaga Bumi ini tetap lestari walaupun tidak akan pernah seperti dahulu kala.Dimulai dengan kesederhanaan cara merawat lingkungan hidup di sekitarkita dulu,”lah terus kapan lagi mau menyelamatkan Bumi ini kalau sekarang saja masih dalam lingkup sekitar kita saja?”.Saya bilang dari lingkup sekitar kita dahulu,bukan berarti semua orang harus seperti itu,saya mengatakan seperti ini karena ini yang terjadi dengan saya,ini yang terjadi dengan hidup saya,dan saya berharap ini tidak terjadi kepada semua orang.”Penulis artikel mulai terbawa suasana he he he……,terlambat??….sama sekali tidak,terlambat untuk bangkit dan memperbaiki keadaan,jauh lebih baik dari diam dan meratapi apa yang sudah terjadi.Awali dengan bicara kepada anak anak kita,saling bertukar wacana dan pikiran,akan lebih bagus kalau anak anak kita juga antusias dan sejalan dengan arah tujuan kita sebagai orang tua.Sebisa mungkin semampu mungkin,tempatkan posisi kita dalam zona aman,artinya apa yang kita sampaikan kepada anak anak kita,kita mengerti dan melakukan hal yang benar terlebih dahulu.”Akan terlihat konyol,saat kita memberikan bimbingan dan ajakan kepada anak anak kita untuk mencintai Bumi ini,dibelakang mereka kita masih melakukan hal hal buruk untuk Bumi ini”.”Saya sama sekali tidak ada waktu untuk itu semua,karena tuntutan hidup keluarga,membuat saya sangat sangat sibuk”.Sang pembaca artikel juga mulai terbawa suasana he he he……

Maaf,saya sampai lupa memberikan jarak paragraf di artikel saya ha ha ha ha.Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada semua pembaca,memenuhi kebutuhan keluarga itu wajib dan harus kita berikan sepenuhnya untuk keluarga.Anda seorang petani?…anda seorang Nelayan?…anda seorang Pebisnis?….anda seorang Pejabat tinggi negara?….anda seorang Penggali kubur?…anda seorang Tukang batu?…Tetap saja sesibuk sibuknya anda semua bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga anda,anda juga masih menapakkan kaki diatas Bumi tercinta ini.Penulis artikel merasa bahwa pembaca mulai sedikit tidak nyaman dengan ulasan ulasan sang penulis,maka dari itu saya sedikit menurunkan tempo penekanan pada kata kata yang saya tulis,dan mulai dengan sedikit lebih harmonis dalam penuturan kata kata.Sisakan sedikit waktu saja satu kali dalam seminggu  satu jam saja……..sebentar sebentar…..kok mirip judul lagu? ” satu jam saja”?…..Penulis mulai lapar?…he he he,Ajak anak anak kita ke tempat dimana pun dan di bidang apapun kita bekerja,saya tidak akan mengarahkan pembaca ke bidang Pertanian,atau Perikanan,terlalu mainstream ha ha ha ha.Anda pebisnis atau pejabat tinggi negara,ajak saja anak anak anda ke kantor anda bekerja.”Di kantor tidak ada hal yang berhubungan dengan melestarikan lingkungan hidup,gimana sih anda ini”.Jujur saja,memang tidak ada hubungannya,tapi selalu dan akan selalu ada hubungannya,kalau kita benar benar mencari dimana hubungannya.Karena pada dasarnya di Bumi ini semua seperti sirkulasi udara,berputar dan saling terhubung.”jangan di baca sampai akhir pemirsa,kata sang pembaca artikel,penulis ini jelas jelas sudah kehilangan nalarnya”……he he he….

Sederhana saja,anda pejabat negara bagian hukum,sepertinya akan sulit memberikan anak anak pembelajaran,ajakan,atau bimbingan yang berhubungan dengan alam dan Bumi ini.Dari awal kita sudah berkomintmen untuk menjaga Bumi ini dan juga merawatnya kan?.Ok,Ubah saja kantor anda yang berisikan benda benda bertehnologi canggih dengan memberikan sedikit nuansa alam dan tumbuhan,demi anak anak kita demi Bumi yang tercinta ini kita lakukan segala daya upaya,Tempatkan dua atau empat buah pot tanaman di tempat anda bekerja,walau cuma bisa diberikan bos anda waktu satu kali dua puluh jam untuk hal tersebut.Karena tidak mungkin pot bunga atau tumbuhan ada di dalam ruang kerja anda selamanya ( sudah menjadi kebijakan kantor ).Paling tidak jadikan itu sebagai obyek pembimbingan anak anak kita tentang upaya melestarikan bumi tercinta ini.”Kalau hanya menempatkan pot bunga atau tumbuhan seperti itu,semua orang juga bisa,penulisnya asal bicara”. he he he he……Di sebuah ruang kantor saja ada tumbuhan dan menjaganya,seharusnya di alam bebas akan lebih mudah merawat dan melestarikannya,karena pada dasarnya alam dan Bumi dari dahulu kala,mampu bertahan hidup  tanpa campur tangan Manusia.Kurang lebih seeprti itu cara penyampaian orang tua kepada anak anaknya,tentang kepedulian generasi penerus yang akan meneruskan dan melestarikan lingkungan hidup kita dan melestarikan sampai selama lamanya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada semua saudara seluruh Indonesia dan seluruh dunia,sebatas ini saya bisa memberikan secuil dan segelintir wawasan sederhana tentang melestarikan lingkungan hidup dan khususnya Bumi tercinta ini,semoga bisa bermanfaat dan saya sampaikan maaf sebesar besarnya bila ada kesengajaan atau tidak,tentang penulisan kata kata artikel ini yang berhubungan dengan nama,tempat atau benda .Terimakasih dan selalu semangat.